MSPORTS –
Presiden Konfederasi Sepak Bola Eropa (Uefa), Aleksander Ceferin, membuka
kemungkinan untuk menggelar final Liga Champions di Amerika Serikat.
Namun, laga
pamungkas kompetisi terbesar antarklub Benua Biru tersebut tidak akan terjadi di
Paman Sam setidaknya dalam tiga edisi ke depan karena tempatnya yang memang telah
ditetapkan.
“Kami telah
mulai untuk mendiskusikannya. Namun, tahun kemarin ada Piala Dunia, 2024 adalah
Piala Eropa, (final) tahun ini di Istanbul, 2024 di London, dan 2025 di Munich.
Setelah itu, kita akan lihat. Itu mungkin,” ungkapnya kepada Mein In Blazers.
Selain itu,
pria asal Slovenia tersebut juga mengungkapkan bahwa terdapat kemungkinan bahwa
organisasinya akan menerapkan aturan pembatasan gaji pemain.
“Pada masa
depan, kita harus berpikir dengan serius soal batasan gaji. Jika anggarannya
terlalu tinggi, makan keseimbangan kompetitif kami menjadi masalah,” ujarnya.
“Secara
mengejutkan, semuanya setuju. Klub besar, klub kecil, klub yang dimiliki
negara, klub yang dimiliki biliuner, semuanya setuju,” ucapnya.
“Ini harus
jadi kesepakatan bersama. Setiap liga dan Uefa. Karena jika kami melakukannya dan
liga lain tidak, maka itu tidak masuk akal. Saya harap, ini bisa dibuat secepat
mungkin,” pungkasnya.
Klub Liga Primer Liverpool berhasil menaklukkan juara Bundesliga, Bayer Leverkusen dengan skor telak 4-0, dalam laga matchday 4…
Klub Portugal Sporting Lisbon secara mengejutkan berhasil menghantam raksasa Liga Primer Manchester City dengan skor mencolok 4-1, dalam…
Lille dan Juventus harus puas berbagi angka, setelah bermain imbang dengan skor 1-1, dalam laga matchday 4 League…
AC Milan berhasil meraih hasil positif, setelah menaklukkan juara bertahan Real Madrid, dengan skor 1-3…
Jules Kounde kini diakui sebagai salah satu pemain paling konsisten di skuad Barcelona. Performa stabilnya…
Lionel Messi akan selalu dikenang sebagai legenda terbesar Barcelona, sosok tak tergantikan yang membuktikan kualitasnya…